Home Peluang Usaha Tips Marketing Khas Thailand Untuk Bisnis Kuliner

Tips Marketing Khas Thailand Untuk Bisnis Kuliner

124
0

Pugago.idMembahas tentang bisnis kuliner, tentu ada banyak sekali jenis makanan dan minuman yang bisa kita jadikan sumber inspirasi. Katakan saja makanan Jepang, Korea, dan Eropa kini telah masuk di berbagai pelosok Indonesia. Terlepas dari ukuran atau skala bisnis kuliner Anda, menu makanan dan minuman yang dilakukan tetap harus dipertimbangkan dengan cermat. Ini karena esensi utama dari bisnis kuliner adalah kualitas makanan dan minuman itu sendiri.

Thailand surga kuliner yang lezat

Thailand telah menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang dipadati orang Indonesia. Terlepas dari panorama atau keindahan alam dan sejarah serta budaya yang unik, Thailand juga dikenal dengan makanan jalanannya yang lezat seperti Padthai, Teh Thailand, Bunga Mangga, Mangga Thailand, Teh Keju, dan Nasi Ketan Mangga. Tidak hanya streetfood, Thailand juga memiliki banyak kuliner “berat” seperti Tom Yum Goong, Tom Kha Gai (sup santan yang mengandung ayam atau jamur), Yam Nua (salad daging sapi pedas), Gai Hoh Bai Toey, Kai Med Ma Muang (ayam goreng yang dibungkus daun pandan), Pad Thai (mie nasi goreng), Som Tum (salad pedas panas), hingga Gaeng Daeng (pasta kari merah dengan santan dan daging).

Beberapa makanan dan minuman di atas sangat menggoda dan populer di kalangan orang Indonesia. Tidak hanya di negara asalnya, mereka juga populer dijual di Indonesia, lho. Nah, kali ini kita akan mengulas sedikit tentang peluang bisnis kuliner khas Thailand. Bagi Anda yang mungkin bingung membuka atau memulai bisnis, ulasan ini dapat membantu Anda.

Melihat Peluang Bisnis Kuliner khas Thailand

Popularitas makanan dan minuman dari Thailand sebenarnya adalah peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Saat ini Anda bisa mengatakan, ada cukup banyak waralaba makanan dan minuman Thailand yang tersebar di kota Anda. Pada dasarnya, ada dua cara Anda bisa melakukan bisnis kuliner khas Thailand ini, yaitu:

  1. Bergabunglah dengan Rantai Waralaba

Dengan membeli produk waralaba, produk Anda lebih mudah dikenali oleh publik. Namun, penerapan waralaba di setiap wilayah atau kota tentu berbeda satu sama lain. Sebelum Anda memutuskan untuk bergabung dengan waralaba, pastikan dulu bahwa lingkungan Anda cocok dan dapat menerima produk ini. Karena tren di tempat lain belum tentu tren di tempat Anda.

Membeli produk waralaba memang dapat memfasilitasi pemasaran produk, tetapi ini tidak berarti bahwa itu adalah pilihan yang tepat. Kemudahan mendapatkan bahan dan merek tentu tidak sepadan jika produk Anda tidak laku saat dijual kan?

  1. Buka stan sendiri

Keputusan untuk membuka gerai kami sendiri di sini beragam, bisa berupa toko pinggir jalan, gerai atau buka layanan PO online. Jika Anda memiliki dana atau modal besar, membuka usaha menengah-besar tentu bukan pilihan yang salah. Selama Anda telah melakukan riset sebelum membuat keputusan ini.

Lalu bagaimana dengan Anda yang memiliki modal pas-pasan? Mengumpulkan modal yang cukup untuk membuka toko skala kecil (pinggir jalan) dengan gerai modal saat melakukan penelitian bisa menjadi pilihan alternatif. Dengan membuka toko Anda sendiri, Anda bisa lebih bebas dalam membuat menu.

Jadi, opsi pertama atau kedua yang akan Anda pertimbangkan? Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda semua …

Itulah pembahasan mengenai 2 Strategi Khas Thailand Dalam Bisnis Kuliner. Selamat menerapkan dan semoga sukses ya